Monday, August 30, 2010

Orang Multitasking

Maksud dari judul saya diatas adalah orang yang mengerjakan beberapa pekerjaan pada saat yang bersamaan. Bila didengar, keliatan hebat sekali orang yang mampu melakukan hal ini. Akan tetapi tidak semua multitasker mampu mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik dan dapat optimal.



Orang yang sering melakukan multitasking, akan mudah terpecah konsentrasinya. Hal ini didukung dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford.
“Temuan terbesarnya adalah semakin banyak media atau alat yang digunakan manusia maka mereka akan cenderung akan sangat buruk dalam menggunakan media atau alat tersebut,” ujar Clifford Nass, professor Universitas Stanford.

Studi ini meneliti 262 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok bermultitasking tinggi dan rendah. Para peneliti membandingkan mereka dalam hal kemampuan mengingat dan kemampuan menukar satu kegiatan ke kegiatan lainnya tapi tetap focus pada setiap pekerjaannya. Hasilnya? Orang yang melakukan banyak kegiatan justru tidak mampu menghasilkan nilai yang baik.

Naman ada beberapa tips untuk bisa menjadi Multitasker yang baik, antara lain:

  1. Buat rencana harian, mingguan, bulanan, tahunan.

    Dalam perencanaan tentunya ada tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sederhana saja, misalnya hari ini saya harus mengajar jam 08.00, maka saya harus mengatur jadwal agar jam 07.45, saya sudah ada di kampus. Rencanakan sehari sebelumnya, esok akan dimulai dengan tugas apa saja. Tapi saya juga fleksibel dengan rencana. Jika masih bisa digeser, maka bisa beradaptasi dengan perubahan mendadak. Contoh sederhana, rencananya mau masak rendang, tapi ga ada yang jual kelapa, bukan berarti ga jadi masak kan..
  2. Buat prioritas yang dipikirkan.

    Mungkin susah yah, untuk memikirkan beberapa hal sekaligus. Otak manusia pun terbatas. Tapi dengan pembiasaan, maka otak juga akan mengikut ritme kita. Ketika saya sedang menulis ini, sebenarnya saya juga sedang memkirkan program KP yang sedang saya jalankan.
  3. Buat Urutan kerja.

    Bagi saya, ini juga penting. Jika kita tidak bisa mengurutkan pekerjaan, maka semuanya akan mejadi sangat tidak efisien dan tidak efektif. Efisien bisa disebut sebagai : hemat waktu, tenaga, uang. Efektif bisa juga dikatakan sebagai : tepat waktu, hasil yang sesuai. Jika bisa mencuci baju dengan mesin cuci, jangan habiskan waktu dengan menunggu. Lakukan pekerjaan yang lain. Jika masak air, jangan ditungguin airnya, lakukan yang lain.
    Ini adalah masalah bagaimana kita membagi waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bisa sekaligus dilakukan. Sambil menulis misalnya, tapi sambil menyuapi anak yang kecil. Dan bisa tetap mengajaknya melakukan permainan sederhana. Kuncinya kembali ke manajemen pikiran, hehehe… saya pun kadang juga suka lupa koq. Nah, kalau lagi merebus air, jangan ditinggal jauh-jauh. Pikiran tetap harus ingat “saya sedang merebus air” walau sedang mengerjakan yang lain.
  4. Jangan serakah, ukur kemampuan.

    Manusia memiliki keterbatasan masing-masing. Jika saya bisa, belum tentu orang lain bisa. Jika saya tidak bisa, saya yakin orang lain bisa. Jika hanya mampu melakukan dua hal, jangan paksakan diri untuk melakukan empat hal. Karena hasilnya tidak akan optimal. Saya menyadari, banyak hal yang menjadi tidak sempurna. Namun ada beberapa keadaan yang membuatnya memang harus dilakukan secara bersamaan. Kadang kita merasa serakah, semua mau dilakukan. Tapi dengan memaksa semuanya urut dalam barisan prioritas kerja dan pikiran, maka satu demi satu bisa diselesaikan.
  5. Jangan abaikan kecerdasan ragawi.

    Pikiran yang sehat, jiwa yang sehat, ada dalam raga yang sehat. Jika banyak pekerjaan yang harus dilakukan, maka beri perhatian pada raga. Jangan sekali-kali diabaikan. Bagaimana kita akan sanggup melakukan beberapa pekerjaan sekaligus jika fisik tidak mendukung.
    Ada masanya kita diberi sakit, agar beristirahat. Namun selama bukan pikiran yang sakit, maka tetap bisa melakukan beberapa pekerjaan sederhana. Harus dengan cerdas menggunakan energy. Tarik nafas panjang dan tersenyum mungkin akan bisa membantu dalam hal menjernihkan pikiran lagi.

Sekian pikiran dan sedikit tips yang bisa saya berikan untuk teman2..
Semoga sukses....=)

0 comments:

Post a Comment